Main Article Content

Abstract

Kenaikan temperatur lilitan stator dapat menyebabkan penurunan keandalan generator, sehingga peran sistem pendingin generator yang berfungsi untuk menjaga keandalan generator agar kenaikan temperatur lilitan stator tidak melampaui batas kemampuan generator. Metode pengukuran generator dengan menggunakan DCS. Hasil pengukuran beban, temperatur lilitan stator, temperatur inti stator, dan temperatur pendingin generator akan diolah dan dianalisis apakah besar perubahan beban akan berdampak pada kinerja generator dan besar temperatur masih berada di batas aman kelas isolasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini titik terendah pada temperatur lilitan 90,17 oC pada daya aktif 46 MW dan menghasilkan rugi tembaga 115,19 kW. Titik tertinggi pada temperature lilitan 105,83oC pada daya aktif 56,1 MW dan menghasilkan rugi tembaga 120,39 kW. Hasil pengukuran temperatur lilitan stator berada dibawah standar kelas isolasi yaitu 130°C.

Article Details

How to Cite
[1]
K. Y. Taufik and S. Syahrial, “Analisis Pengaruh Temperatur Stator terhadap Rugi-Rugi Daya Generator Unit 2 PLTP Kamojang”, Jurnal Algoritma, vol. 18, no. 1, pp. 204-215, Sep. 2021.

References