Main Article Content

Abstract

Proses pendataan sarana dan prasarana (sarpras) pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) dilakukan oleh operator sekolah dan kemudian dilaporkan kepada Dinas Pendidikan di mana data tersebut dijadikan salah satu pertimbangan dalam pemberian bantuan dari dinas pendidikan. Pada proses pemberian bantuan terdapat masalah, di mana data yang dilaporkan mengenai sarpras dari PAUD dan DIKMAS yang diajukan ada permasalahan khususnya dengan penyesuaian sesuai Permendiknas Nomor 58 tahun 2009. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem informasi pendataan sarana dan prasarana yang memuat basis data dalam mewujudkan sarana dan prasarana yang relasional. Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah extreme programming dengan tahapan planning, design, coding dan testing. Hasil penelitian berupa sebuah sistem informasi yang mampu menampung pelaporan sarana dan prasarana kedalam database yang terpusat, melakukan perekapan serta memberikan data validasi standar kelayakan. Penelitian ini dibatasi pada standar kelayakan sarana dan prasarana yang hanya terdiri dari sepuluh aspek sehingga sistem informasi yang dibangun dapat membantu Dinas Pendidikan menginventarisir sarana dan prasarana paud secara online serta dapat menjadi sebagai salah satu dasar Pemerintah dalam perencanaan penerima bantuan.

Keywords

Extreme Programming Sistem Informasi Sarana dan Prasarana Sekolah

Article Details

Author Biography

Ridwan Setiawan, Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Sekretaris Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut
How to Cite
[1]
R. Setiawan and R. Maulana, “Sistem Informasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini Menggunakan Metodologi Extreme Programming”, Jurnal Algoritma, vol. 17, no. 2, pp. 539 - 546, Feb. 2021.

References